Pertemuan Ketiga - Impian Pelaku Seni
- Jan 8, 2016
- 1 min read
Hari ini merupakan minggu ketiga bagi anak-anak Desa Pondok Jengkol, Curug Wetan untuk berlatih menggambar bersama.
Yang menarik pada hari ini, saya melihat sesuatu yang unik tapi miris tentang mimpi mereka. Salah satu mimpi dari anak-anak yang saya ajar, anak-anak desa dari masyarakat ekonomi kecil.
Dalam satu kesempatan, saya bertanya kepada sekelompok anak tersebut. "kalau kakak minta pak RT buat bikin lomba gambar buat anak-anak di desa, terus kamu menang nih, kamu maunya dapet hadiah apa?"
jawaban yang paling populer adalah "jalan-jalan kak!"
Saya dalam hati mulai berpikir mengenai biaya yang besar untuk menyediakan transportasi dan budget yang besar untuk membawa belasan anak-anak untuk jalan-jalan. Namun dengan memberanikan diri saya bertanya "jalan-jalan kemana?" dan jawaban yang saya terima sangatlah mengejutkan.
"Mau ke Giant kak!" "SDC aja kak lebih gede" "ih mending mah AEON" "dih AEON mah gede, aku takut nyasar" "Giant aja deh kak!" "Iya giant kak!"
Teredengar miris apabila sebuah maha karya dari seorang juara yang menuangkan waktu, tenaga, dan pikirannya dalam secarik kertas hanya berakhir pada sederetan etalase produk dalam megamall. Inilah harga sebuah mahakarya darisalah satu sudut pandang yang ada, seharga jalan-jalan ke giant.
Untuk itu Social Designee berpikir untuk memberikan sebuah apresiasi yang pantas bagi pencipta maha karya kreatif di Desa Pondok Jengkol
Menurut anda, apa hadiah yang pantas diterima sebagai apresiasi bagi sebuah karya?
-Social Designee Facebook : facebook.com/socialdesignee/ Instagram : instagram.com/socialdesignee/ Twitter : twitter.com/socialdesignee/









Comments